081384838627
WA : 083808510196
BBM : 29DB9ED0

Cara Cerdas Menghindari Bahaya Suntik Putih

Saturday, April 15th 2017. | Info Kesehatan

Cara Cerdas Menghindari Bahaya Suntik Putih

suntik-putih

Di Indonesia, produk maupun perawatan yang menjanjikan hasil kulit putih pasti akan banyak diburu. Suntik putih adalah salah satu opsi yang kerap dipilih untuk mendapatkannya.

Metode pemutihan kulit yang dilakukan adalah dengan menyuntikkan cairan khusus ke pembuluh darah Anda. Mengingat cara kerjanya yang memasukkan zat asing ke dalam tubuh, maka Anda tidak boleh sembarangan dalam melakukannya.

Menelaah Komposisi Cairan yang Digunakan untuk Suntik Putih

Cairan ini mengandung vitamin C dan kerap dikombinasikan dengan bahan-bahan lainnya, seperti glutathione atau kolagen.

Vitamin C.  Zat ini memiliki banyak manfaat, antara lain mencerahkan kulit dan kaya akan antioksidan untuk meningkatkan produksi kolagen. Vitamin C bisa membantu agar kulit terlihat lebih muda serta menghilangkan bekas luka.

Glutathione. Zat ini sebenarnya diproduksi secara alami di dalam tubuh. Namun seiring pertambahan usia, produksi glutathione pada tubuh menurun. Keberadaannya pada tubuh bisa menghambat produksi melanin. Makin banyak melanin, maka makin gelap warna kulit Anda. Tidak hanya itu, glutathione juga memiliki manfaat untuk menangkal radikal bebas dan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Kolagen. Pada cairan suntik putih, fungsi kolagen bukanlah untuk memutihkan, melainkan untuk menjaga kekenyalan wajah. Sama seperti glutathione, kolagen juga diproduksi oleh tubuh, namun jumlahnya bisa menurun seiring pertambahan usia. Akibatnya, elastisitas kulit menurun dan memunculkan jejak garis halus di wajah.

Penggunaan Dosis Terlalu Besar
Pada dasarnya ketiga zat yang dipakai untuk suntik putih memiliki manfaat tersendiri untuk kulit, apalagi dua di antaranya diproduksi secara alami oleh tubuh. Namun, dosis penggunaan yang terlalu besar akan menimbulkan berbagai masalah.

Dosis yang dipakai dalam satu ampul suntik putih (5 ml) sangat tinggi, yaitu sekitar 1000 hingga 1800 mg. Padahal tiap harinya, tubuh orang dewasa hanya memerlukan asupan vitamin C sebanyak 40 mg. Jadi, jika tiba-tiba ada asupan lebih dari 1000 mg dalam tubuh, bisa memberikan efek negatif seperti sakit kepala, sakit perut, mual, insomnia, diare, perut kembung, dan batu ginjal.

Penggunaan gluthatione dalam dosis tinggi, terutama melalui metode suntikan bisa berdampak buruk pada kesehatan Anda. Kadar glutathione yang tinggi mungkin bisa mempunyai efek antioksidan, namun risiko terkena penyakit serius bisa saja terjadi jika penggunaan dosis tinggi ini dilakukan dalam jangka panjang.

Injeksi kolagen ke tubuh dalam jumlah besar, apalagi jika dilakukan dalam jangka panjang bisa saja berdampak panjang dan negatif pada tubuh. Hingga saat ini, penelitian mengenai efek jangka panjang injeksi kolagen ke dalam tubuh belum memadai.

tags: , , , , , , ,

Artikel lain Cara Cerdas Menghindari Bahaya Suntik Putih