081384838627
WA : 083808510196
BBM : 29DB9ED0

MANFAAT & MITOS PLASENTA (ARI-ARI)

Tuesday, October 17th 2017. | Info Produk

MANFAAT & MITOS PLASENTA (ARI-ARI)

 

Plasenta (ari-ari) merupakan organ lunak untuk transport makanan yang sederhana dan dapat menyeleksi zat-zat makanan yang masuk dan proses lainnya ke janin. Sepanjang masa kehamilan plasenta selalu mendampingi sang janin dalam kandungan. Karena inilah banyak anggapan bahwa plasenta ‘saudara kembar’ dari si bayi.

Hal ini pula menimbulkan berbagai mitos yang sedikit menyerupai di berbagai daerah tanah air mengenai plasenta. Intinya, bahwa plasenta yang baru dikeluarkan jangan dibuang melainkan dikubur.

Seperti dikutip dari sumber lain, ada beberapa daerah di tanah air kita yang memiliki tradisi mengubur plasenta, seperti :

Jawa, Mengubur plasenta dalam tanah dengan harapan agar si anak dekat dengan keluarganya, merasa hangat dan tentram dalam keluarganya.
Medan/Padang/Makasar,  Melarung plasenta ke laut, agar si anak mobilitasnya tinggi, dapat merantau, dan dapat menguasai alam raya ini.
Tengger, Digantung dengan kendil di depan rumah, agar si anak tidak jauh dari tanah kelahirannya.
Suku Bone (Sulawesi), Mengubur plasenta di bawah pohon kelapa. Harapannya agar kelak memiliki martabat tinggi dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.

 

Sumber lain pun mengatakan, adat jawa biasanya menanam plasenta yang terlebih dahulu diberikan beberapa macam bumbu dapur, dibungkus kain putih, lalu diatas gundukan tempat ditanamnya diberi penerangan selama 40 hari. Ini berdasarkan filosofi yang mereka percaya, dibungkus kain putih karena menghormati organ manusia untuk diperlakukan seperti dikafani, diberikan bumbu dapur agar mempunyai tujuan tertentu.

Sedangkan menurut kepercayaan leluhur orangtua saya, mengubur plasenta dengan ditaburi gula, agar kelak menjadi orang yang bersikap manis juga berparas manis, baik pada perempuan maupun lelaki.

Faktanya, secara medis kepercayaan ini tidak ada hubungannya dengan kesehatan. Jadi jika dibuang atau dikubur tidak masalah dan tidak harus melalui segala prosesi, asalkan tetap berdasarkan etika dan norma. Setidaknya plasenta merupakan bagian organ manusia, jadi perlakukan layaknya kita memperlakukan ‘manusia’, tanpa berlebih.

Mitos-mitos mengubur plasenta juga realitanya tidak banyak berpengaruh pada kehidupan masyarakat yang mempercayai tradisi adat tersebut, karena keberhasilan dan terbentuknya karakter pada seseorang bukan dari hasil bagaimana proses mengubur plasenta, melainkan pola asuh dan pendidikan yang diberikan pada bayi tersebut yang kemudian membuat sebuah karakter pribadi pada masa depannya.

Justru plasenta pada era kini memiliki banyak manfaat plasenta untuk kesehatan dan kecantikan. Yang tentunya banyak menimbulkan kontroversial dan pro & kontra pada masyarakat Indonesia.
Plasenta banyak dimanfaatkan untuk produk kecantikan, bahkan untuk dikonsumsi juga. Karena plasenta dipercaya dapat berfungsi untuk regenerasi sel-sel tubuh sehingga dapat mempertahankan kulit agar tetap sehat, segar, muda, dan cantik. Plasenta juga mampu mengembalikan kemulusan kulit akibat luka atau penyakit kulit. Karena di dalam plasenta mengandung sel-sel muda yang sedang tumbuh dan berkembang.

Plasenta lebih dari sekedar bantalan untuk bayi dalam rahim, tapi plasenta juga kaya akan protein, seng dan zat besi. Kandungan zat besi yang tinggi sangat bermanfaat untuk wanita yang mengalami trauma atau banyak kehilangan darah pasca kelahiran. Plasenta dalam bentuk ekstrak juga berfungsi membantu meningkatkan kemampuan kulit menyerap oksigen, menstimulisasi metabolisme sel, dan meningkatkan reproduksi sel. Bahkan plasenta memiliki sifat immunostimulator atau perangsang sistem imun tubuh.

Plasenta ada hampir pada setiap mahluk mamalia (melahirkan). Plasenta yang sering digunakan untuk kosmetik atau produk kesehatan berasal dari plasenta hewan (kambing, sapi, dan lain-lain), juga dari plasenta manusia. Namun ternyata banyak yang lebih menggunakan plasenta dari manusia dibandingkan hewan, ini yang menimbulkan konflik dan kontroversi antar masyarakat Indonesia.

Karena plasenta yang dihalalkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai bahan kosmetik & kesehatan hanyalah yang berasal dari binatang halal, sedangkan dari manusia dianggap haram. Meski kebanyakan bukan untuk produk pangan, akan tetapi penggunaan organ tubuh atau setidak-tidaknya bagian dari kehidupan manusia ini menimbulkan pro dan kontra. Selain itu, dari segi peradaban, yang lebih penting bagi umat Islam adalah halal atau tidaknya penggunaan plasenta atau organ tubuh lain dari manusia.

tags: , , , , , , ,

Artikel lain MANFAAT & MITOS PLASENTA (ARI-ARI)