081384838627
WA : 083808510196
BBM : 29DB9ED0

Catatan penting bagi para orang renta dan guru

Monday, December 11th 2017. | Catatan penting bagi para orang tua dan guru
Catatan penting bagi para orang renta dan guru 
dari seminarnya Bunda Elly Risman,Yayasan Buah Hati.
Seks & Perilaku Pelajar Zaman Sekarang

Sebelum Anda membaca renungan kali ini, sebaiknya saya mengingatkan:

Warning: Bumpy Road Ahead!
Awas : Jalan bergelombang di depan !

Tulisan yang akan Anda baca di bawah ini mungkin tidak akan mudah diterima oleh hati alasannya isinya yang mengejutkan sekaligus menyedihkan.
Saya (yang menshare kisah ini-red) mendapatkannya dari seorang kawan yang mengikuti seminar dengan pembicara Ibu Elly Risman, M.Psi dari Yayasan Buah Hati. Meskipun cukup panjang, tapi isinya perlu diketahui oleh semua orang renta yang peduli pada anak-anaknya, semoga kita semua aware akan apa yang terjadi di sekitar kita.
Dan selanjutnya, kita mampu mengambil langkah preventif semoga kejadian yang sama tidak menimpa buah hati kita tercinta.
Kuatkan hati Anda dan silakan menyimak catatan dan sharing yang berharga dari kawan saya:
=============================================
Dari Seminar 30 Oktober 2010 di Kemang Village, Jakarta.
Pembicara: Elly Risman, M.Psi (Yayasan Buah Hati)
Inilah isi Sharing kisah dari salah satu peserta seminar tersebut:

Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan teladan SMS anak sekarang dengan bahasa membingungkan yang kini disebut bahasa ‘alay.
Mungkin Anda berpikir, alaaah…SMS alay kan mampu dibaca, meskipun bikin mata dan otak kerja keras dulu untuk tahu maksudnya. But NO! Tidak satu pun dalam ruangan itu yang mampu membaca SMS di layar.
Ternyata SMS itu harus dibaca harus dengan posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bab bawah)! Dan –siap-siap kaget– isinya adalah:

”Hai, sayang, saya kangen nih. Udah lama kita GA ML (Making Love, alias bersetubuh-red), Yuk, mumpung bonyok lagi pergi, yuk kita ketemuan…”

Seisi ruangan seminar eksklusif heboh.

Pembicara pun menjelaskan, “SMS sayang-sayangan anak sekarang sudah bukan lagi ‘I love you’ atau ‘I miss you’, tapi ‘Udah lama GA ML (making love-Red)’.

Ini gres awal seminar, tapi mata semua peserta sudah melotot lebar.
Selanjutnya, pembicara menegaskan bahwa anak-anak kita hidup di era digital. Banyak isi media elektronik dan cetak yang mampu diakses anak-anak, namun sebetulnya mengandung unsur pornografi.

Pornografi mampu ‘mendatangi’ anak-anak kita melalui games, internet, ponsel, TV, DVD, komik maupun majalah:

• Games. Berdasarkan penelitian, games pada periode ke-21 menampilkan gambar yang lebih realistis, pemain mampu memilih huruf apa saja yang tak ada di dunia nyata. Games juga menuntut keterampilan lebih kompleks dan kecekatan lebih tinggi. Ini semua menunjukkan tingkat kepuasan dan kecanduan yang lebih besar.

Catatan dari pembicara:
Super hati-hati dengan games anak-anak Anda!

a. Ada games action yang berisi permainan tembak-tembakan, namun ternyata jikalau anak kita berhasil mencapai level akhir, bonus di simpulan levelnya yakni ML dengan PSK.

b. Ada games berjenis role playing yang inti permainannya yakni ihwal bagaimana ‘memperkosa paling asyik’! Anak mampu memilih perempuan model apa yang diinginkan –si perempuan tidak berbusana—lalu tinggal pilih bab badan mana yang mau dipegang pertama kali. Cursor berbentuk tangan yang digerakkan oleh anak-anak kita.

Seisi ruangan seminar eksklusif heboh lagi. Gumaman ‘astagfirrullah’ bertebaran di ruangan.
Untuk menghindarinya, pikir baik-baik jikalau Anda ingin membelikan games untuk anak dan bila anak membeli games sendiri atau meminjam games dari teman. Hati-hati jikalau di depan sekolah anak-anak atau di sekitar lingkungannya ada warnet! Jenis games yang ada sangat murah dan gampang didapat. Jenisnya sudah di luar perkiraan kita!

• Internet. Situs porno bertebaran di dunia maya. Jangan salah, pembuatnya terkadang anak-anak kita juga! Bahkan untuk menerima uang, mereka menjual video seks mereka sendiri!.
Kami ditunjukkan ribuan video seks yang gampang diperoleh lewat internet.

Catatan dari pembicara:
a. Siapa bilang ML harus telanjang dan harus di daerah tidur/hotel ? –> Kami ditunjukkan sekilas video ABG berseragam SMP, sedang ML di tangga dan berpakaian lengkap!
b. Hamil? Siapa takut? –> Bisa aborsi!

• Ponsel. Video-video seks tersebar dengan mudah melalui ponsel. Kapasitas ponsel yang besar memungkinkan si pemilik menyimpan file-file berukuran besar menyerupai video dan gambar porno. Anak Anda bersih? Bisa jadi dia medapat kiriman gambar/video dari temannya!
Pembicara kami, Ibu Elly, pernah didatangi seorang ibu yang stress berat alasannya menemukan gambar vagina seseorang di BB-nya. Setelah ditelusuri, itu milik temen sekolah (perempuan) putranya, yang sering meminjam BB beliau!

• Televisi. Program TV yang masih pantas ditonton mampu dihitung dengan satu tangan. Lainnya yakni agenda pembodohan, hantu, kekerasan dan pornografi. Jangan salah, iklan pun mampu menyesatkan. Selain itu, jangan anggap enteng sinteron/film Korea/Jepang! Lama-lama anak mampu ‘tercuci otak’ dan terbiasa dengan kekerasan atau seks bebas!

• Komik. Ya, komik memang bergambar kartun. Tapi soal cerita, ada komik-komik tertentu yang tidak kalah ‘seram’ dari novel porno. Bahkan lebih mengerikan alasannya didukung dengan gambar. Gambar sampul depan mampu jadi tidak menyiratkan kepornoan apa pun. Tapi di dalamnya, ujung ceritanya ternyata ihwal seks bebas.

Dari survei yang telah dilakukan pembicara, salah satu judul games, komik, dan DVD yang masuk dalam kategori ‘bahaya’adalah NAR***. Hati-hati!
Apa tujuan semua ini? Apa yang ‘mereka’ inginkan dari anak-anak kita?
1. Yang mereka inginkan, anak dan dewasa kita memiliki mental model porno.
2. Agar anak-anak kita mengalami kerusakan otak permanen, yang hasil simpulan yang diincar yakni incest!
3. Sasaran tembak utama yakni anak-anak yang belum baligh. Jika anak-anak ini sudah mengalami 33–36 ejakulasi, mereka akan menjadi pecandu pornografi. Merekalah pasar masa depan bagi industri pornografi: Perfilman, majalah, musik, jaringan TV kabel, pembuat dan pemasar video games.

Proses kecanduan dan akibatnya:
1. Di dalam otak ada bab yang disebut Pre Frontal Cortex (PFC). PFC yakni daerah dibuatnya moral, nilai-nilai, rasa bertanggung jawab untuk perencanaan masa depan, organisasi, pengaturan emosi, kontrol diri, konsekuensi dan pengambilan keputusan. PFC akan matang pada usia 25 tahun.

2. Sekali anak mencoba kenikmatan semu, maka ia akan kebanjiran hormon dopamin (hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus). Akibatnya ia akan merasa senang, tapi kemudian dalam hatinya timbul perasaan bersalah.

3. Saat anak merasa senang (kebanjiran dopamin), ia akan terganggu dalam: Membuat analisa, penilaian, pemahaman, pengambilan keputusan, makna hubungan, dan hati nurani. Akibatnya, spiritualitas atau imannya akan terkikis. Anak pun ‘tumbang, memilliki mental model porno yang mampu saja berujung pada incest!

4. Narkoba ‘hanya’ akan merusak tiga bab otak , tetapi pornografi/seks akan merusak lima bagian!

Kelalaian kita sebagai orang tua:

• Selama ini telah terjadi kesalahan budaya alasannya ada pemahaman bahwa yang mengasuh anak hanya ibu. Ayah mencari nafkah saja. Bila memang perlu, gres lapor ayah. Ini salah besar. Keluarga Indonesia memerlukan revolusi pengasuhan!

• Orang renta kurang menghabiskan waktu dengan anak dan hanya menjadi weekend parent. Anak diikutkan les sana sini. Pertanyaan orang renta ke anak hanya ‘Bagaimana les-nya tadi? Nilaimu berapa, Nak? Kamu nggak bolos, kan?Kamu mampu ngerjain ujian hari ini?’ Akibatnya, anak-anak menjadi BLASTED (Boring–>Lazzy–> Stressed!)

• Orang renta merasa cukup menyekolahkan anak-anak di sekolah berbasis agama. Penerapannya? Nol besar! Orang renta menyuruh anak salat sempurna waktu, sementara orang renta salatnya bolong-bolong. Orang renta berbaju tertutup, tapi anaknya main ke mal hanya memakai rok mini dan tanktop. Anak disuruh les mengaji padahal orang tuanya tidak mampu mengaji!

• Orang renta terkadang hanyut dalam tren. Melihat teman-teman anak di sekolah punya iPod, anak buru-buru dibelikan iPod juga. Orang renta aib alasannya anaknya hanya punya ponsel jadul yang cuma mampu SMS dan telepon? Anak pun dibelikan BB paling mutakhir.

• Orang renta bisanya memfasilitasi anak dengan gadget terkini, tapi gagap teknologi alias gaptek. Buktinya, baca SMS alay saja nggak bisa! Bagaimana mau mengawasi anak? Karena itu, jadi orang renta harus gaul dan pintar.

• Orang renta membelikan anak gadget/perangkat teknologi tanpa tahu akhir negatifnya, tanpa penjelasan dan tanpa persyaratan untuk anak.

• Orang renta sekarang yakni generasi orang renta yang abai, generasi orang renta yang pingsan! Yang penting anak sekolah,les, membisu di rumah depan komputer, games, ponsel dan TV. Yakin, anak Anda aman?

• Orang renta jarang mampu berkomunikasi secara baik dan benar dengan anak, tidak memahami perasaan anak dan remaja.

Menjadikan anak tangguh di era digital:

1. Hadirkan Allah di dalam diri anak. Ajarkan untuk selalu ingat Allah dan taat kepadaNya semenjak kecil. Hindari ucapan, ‘Jangan hingga kau hamil ya! Bikin aib keluarga! Bapak Ibu malu!’ Ini salah besar. Ajarkan bahwa di manapun dia berada, Allah tahu apa yang dia perbuat.

2. Perbaiki pola pengasuhan. Libatkan kedua-belah pihak. Jangan jadi orang renta yang abai dan pingsan.

3. Anak perlu mendapat validasi, yaitu ‘penerimaan, pengesahan dan pujian’. Jangan jadikan anak Anda BLASTED alias Boring –> Lazy –> Stressed!

4. Bimbing anak semoga mampu berdikari dan bertanggung jawab pada Tuhan, diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

5. Memberikan akomodasi pada anak harus dengan landasan dan persyaratan agama yang jelas.

Kiat menangkal pengaruh negatif yang datang melalui:

1. KOMIK
• Cek bacaan anak.
• Baca dulu sebelum membeli.
• Secara berkala, periksa meja belajar/lemari/kolong daerah tidur anak. Ingat, jangan hingga tertangkap berair anak!
• Kenalkan anak pada banyak sekali jenis bacaan.
• Diskusikan bacaan dengan anak.

2. GAMES
• Perhatikan letak komputer/media video games di rumah.
• Buat janji dengan anak tentang:
o Berapa kali dalam seminggu boleh bermain games.
o Kapan waktu yang sempurna untuk main.
o Games apa yang boleh dimainkan
o Sanksi apa yang diberlakukan jikalau melanggar

• Dampingi anak dalam membeli games dan cek selalu rating games dalam kemasan games.

Banyak video games memiliki rating AO (Adult Only) atau M (mature) yang dibajak oleh ESRB (Entertainment Software Rating Board — lembaga pemberi rating untuk games hiburan) lalu diubah rating-nya menjadi Teen, menyerupai GTA San Andreas, Mass Effect, Gta IV dan banyak lagi.

Catatan:
Maraknya games kekerasan yang menampilkan potongan seksual di tengah-tengah permainan menyerupai ‘GTA: San Andreas’ dan ‘Mass Effect’ mendapat kecaman keras dari banyak kalangan menyerupai Jack Thompson dan Hillary Clinton. Hal ini memaksa produsennya mengganti rating ESRB-nya menjadi AO (awalnya M <Mature>) dan menjadikan profit perusahaannya turun hingga $28.8 juta.

Salah satu peristiwa tragis yang dipicu oleh games kekerasan terjadi pada 20 Oktober 2003. Aaron Hamel dan Kimberly Bede menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh dua remaja, William dan Josh Buckner, alasannya keduanya terinspirasi setelah memainkan GTA:III. Akibat kejadian itu, Aaron meninggal dunia, sedangkan Kimberley mengalami luka parah.

3. TV
• Atur jam menonton TV
o No TV di anak-anak 2 tahun.
o Anak 5–7 tahun paling lama menonton TV: 2 jam/hari
• Kenalkan dan diskusikan ihwal agenda TV yang baik dan buruk.

4. INTERNET
• Perhatikan letak komputer. Jangan pasang komputer menghadap dinding.
• Lakukan filterisasi terhadap situs porno (pasang alat pemblokir situs porno)
• Buat janji ihwal waktu bermain internet.
• Secara berkala, cek situs apa saja yang telah dibuka anak di komputer.

Ikhtiar terakhir orang tua:

1. Perbanyak mendengarkan perasaan. Gunakan dua pendengaran lebih sering daripada satu mulut.

2. Orang renta harus TTS (tegas, tegar, sabar).

3. Meningkatkan diri dengan banyak sekali macam pengetahuan melalui seminar, pelatihan, buku parenting dan ilmu agama)

4. Setelah semua upaya —> DOA

Jujur, dikala saya mengikuti seminar ini, beberapa kali saya menitikkan airmata. Betapa saya merinding mahir dan ingin segera pulang memeluk anak-anak saya.

Semoga kita tidak termasuk jenis orang renta yang pingsan dan abai.
Semoga anak-anak kita menjadi orang saleh yang selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa.

Note: ===============
Terimakasih kepada ayah/bunda yang telah berkenan menuliskan hasil seminar ini untuk mampu di ketahui oleh lebih banyak orang renta dan guru.

Tolong bantu di share jikalau kira-kira dirasa bermanfaat dan perlu diketahui semua orang renta dan guru.

tags:

Artikel lain Catatan penting bagi para orang renta dan guru